puisi-mencintai-sekali-lagi dedi ir

9 Puisi Mengatasi Rindu: Cara Mencintai Sekali Lagi tema cinta dan rindu

Menyampaikan Cinta yang Terpendam

Di balik kata yang tak terucap
Ada getar lirih menatap
Menyulam makna dalam gelap
Namun bibir terhalang senyap

Malam menyimpan rahasia hati
Membawa harap yang tersembunyi
Pada angin kukirim puisi
Moga kau dengar lirihnya ini

Aku tak pandai berkata lantang
Hanya mampu memberi bayang
Namun tatapku tak berbohong
Cinta ini tak bisa hilang

Jika esok langit membiru
Dan kau masih menatap ragu
Dengar lirih doa yang syahdu
Cinta ini tetap untukmu


Menjaga cintaa

Seperti embun memeluk pagi
Cinta pun butuh disentuh hati
Bukan sekadar janji dan mimpi
Tapi kehangatan setiap hari

Seperti bintang di langit malam
Cinta menyala tanpa kelam
Tak perlu gaduh, tak perlu bingar
Hanya hadir, cukup mendengar

Sisipkan puisi di sela hari
Genggam tangannya dengan pasti
Tak perlu mahal, tak perlu janji
Cukup setia, cukup mengerti

Cinta tumbuh bila dirawat
Bukan dibiarkan berlalu sebat
Jangan biarkan jadi penat
Rawatlah ia dengan hangat


 

Menggapai Rindu yang Terpisah Jarak

Jarak membentang seperti kabut
Rindu mengalir tanpa surut
Waktu berputar, kian larut
Tapi cinta tak ikut hanyut

Bulan setia menemani malam
Menyimpan bisik dalam kelam
Seperti aku yang terus diam
Menyebut namamu dalam diam

Tak perlu takut akan senja
Esok fajar datang setia
Kita bertemu tanpa jeda
Di hati yang tak pernah lupa

Meski tangan tak bisa menggenggam
Cinta ini tak pernah padam
Rindu menjelma dalam malam
Menunggu waktu menautkan genggam

 


Rahasia Cinta dalam Diam

Ada yang tak mampu kukatakan
Seperti awan menyimpan hujan
Seperti malam mendekap bulan
Seperti rindu menahan beban

Aku menyebutmu tanpa suara
Dalam doa yang tak terlihat mata
Dalam debar yang tak terbaca
Dalam rasa yang tak bersuara

Cinta ini bagai senja lembut
Tak butuh janji yang dibuat ribut
Cukup tatap mata yang jujur
Mengungkap rindu yang tak kabur

Jika nanti kau bertanya
Mengapa aku tak bersuara
Jawabannya ada di udara
Menyebut namamu tanpa jeda


Rindu yang Tak Beralamat

Aku menulis namamu di udara
Namun angin membawanya entah ke mana
Seperti rindu yang tak punya peta
Berjalan sendiri tanpa arah nyata

Aku mengetuk pintu kenangan
Tapi sunyi yang menyahut pelan
Di mana kau kini berdiam?
Adakah rindu juga kau simpan?

Waktu mengikis kisah perlahan
Namun cinta tetap bertahan
Meski tanpa surat dan pesan
Aku menunggu dalam kesabaran

Jika takdir mengizinkan nanti
Bertemulah aku dalam mimpi
Agar rindu yang mengakar sunyi
Bisa berlabuh sekali lagi


Ketika Cinta Menjadi Sunyi

Cinta bukan hanya suara
Bukan hanya puisi dan aksara
Kadang ia sunyi tanpa kata
Namun tetap mengikat jiwa
Dalam diam aku mencintai
Dalam tenang aku mengagumi
Tak perlu gaduh atau berbagi
Cinta cukup ada di sini

Bukan karena takut berkata
Atau enggan untuk mengiba
Tapi karena cinta yang sejati
Tak selalu harus berjanji

Jika kau paham bahasa hati
Kau akan tahu arti sunyi
Di sana aku menanti
Sampai hari ini

 


Menyulam Kenangan di Antara Waktu

Di ujung senja, aku termenung
Menyulam rindu yang kian merundung
Waktu berlari tanpa menunggu
Namun bayangmu masih utuh

Kita pernah menganyam kisah
Di lorong waktu yang tak mudah
Meski rintik hujan menambah lelah
Cinta ini tetap ramah

Aku tak ingin lupa suaramu
Gelaknya yang dulu sendu
Seperti melodi yang berpadu
Dalam hati yang masih ragu

Jika nanti kau kembali
Temui aku di sudut pagi
Di sana rindu tak akan mati
Menjadi kenangan yang abadi


 

Merawat Cinta di Tengah Waktu

Waktu berjalan tanpa jeda
Meninggalkan jejak di antara kita
Namun cinta tak ikut sirna
Ia tetap hangat, tetap setia

Tak selalu ada pelukan erat
Tak selalu ada kata terucap
Namun di hati yang tak tersurat
Cinta ini tetap menetap

Biarlah hari berlalu cepat
Kita tak perlu risau dan penat
Selama hati masih mendekap
Cinta tak akan pernah lenyap

Jika nanti uban menghias kepala
Dan langkah mulai melambat jua
Tetaplah di sini, dalam cinta
Menjaga rasa, menjaga kita

 


Menyampaikan Cinta yang Tak Terucap

Aku ingin mengatakan segalanya
Namun bibirku terbungkam aksara
Cinta ini begitu nyata
Tapi terpenjara dalam dada

Aku menulis di antara angin
Pada dedaunan yang bergeming
Namun kata-kata hanyalah hening
Tak mampu menyentuh hatimu dingin

Bukan aku tak berani berkata
Hanya takut cinta ini sirna
Lebih baik kurawat dalam dada
Daripada hilang tanpa sisa

Namun jika kau mampu merasa
Bacalah mataku tanpa suara
Di sana ada cinta yang nyata
Menunggu kau percaya

 

Dedi Ir
https://edu.abjad.eu.org/
Mojokerto 4 feb 25
Jawa Timur Indonesia

Tinggalkan Balasan